yang selalu buka bila larut malam.
Di meja pertama kau duduk sendiri
kau menunggu dengan begitu anggun.
Matamu terpejam dalam dan bibirmu
mengucap doa-doa yang panjang.
Telah sejam. Malam sepenuhnya hilang
kau membuka mata, melirik arah jendela.
Seorang pelayan datang menyuguhkan
menu-menu yang sempat kau pesan.
Sepotong rasa sakit yang pernah hilang
secangkir kenangan yang mengambang.
Sedangkan di meja kedua yang letaknya
agak berjauhan dari jangkauan matamu
diam-diam ada yang tak sabar menunggu.
Yaitu sepasang bayangan lelaki masa silam
ia telah memesan dirimu sejam yang lalu.
2012