Masa Lalu Luka, Masa Depan Kata (2)

Aku menanam sepotong
masa lalu berlumur luka
pada lembar tubuh kata

Aku merawatnya bersama
hujan dari sepasang mata
yang sering perih membaca

Dan hujan terlihat bahagia
setiap akan menyiraminya
lewat mata kian bercahaya

Hanya butuh semalam saja
ia tumbuh berpembuluh
berdebar juga bermekar

Bunga-bunga yang ranum
dengan mengudar harum
menyambut masa depan

Kini terpetik sesari bahasa
telah siap memuas dahaga
terhapuslah seluruh luka

2012