Menjadi Ujung Tombak Perubahan



MAHASISWA memiliki peran strategis bagi kemajuan suatu bangsa. Namun, alangkah disayangkan bila belakangan ini telah terjadi pergeseran paradigma di kalangan mahasiswa, di mana mahasiswa hanya mengedepankan pencapaian akademik yang diukur lewat raihan indeks prestasi dan melupakan aktivitas sosialnya. Para mahasiswa berlomba-lomba mengejar nilai sempurna. Padahal sudah menjadi rahasia umum, bahwa ketika lulus dari perguruan tinggi nanti yang menentukan kesuksesan tidak hanya nilai-nilai tersebut, tetapi bagaimana kita mengaplikasikan ilmu yang diraih di bangku kuliah sehingga berguna bagi kemaslahatan orang banyak.

Sebenarnya, di setiap kampus telah tersedia organisasi kemahasiswaan berupa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bertujuan membentuk dan mengembangkan soft skill yang meliputi berbagai aspek keterampilan sosial mahasiswa. Mahasiswa bisa memilih satu di antara BEM dan UKM atau bahkan keduanya yang disesuaikan dengan minat dan bakat yang dimiliki. Berbagai kegiatan yang dijalani selama tergabung di BEM atau UKM akan mengasah kepekaan sosial sekaligus menumbuhkan empati dan toleransi. Sekaligus melatih untuk saling bekerja sama, bermusyawarah, termasuk bagaimana menghargai pendapat orang lain demi tercapainya tujuan organisasi atau unit kegiatan yang diikuti. Kesuksesan seorang mahasiswa pada kegiatan non akademik (BEM dan UKM) yang menjadi pilihannya bisa tercapai optimal dengan adanya manajemen waktu yang baik dari mahasiswa yang melakoninya. Jangan sampai aktivitas non akademik malah memperburuk nilai akademik, tetapi seyogianya kedua aktivitas itu saling melengkapi dan menjadi nilai tambah bagi peningkatan kualitas mahasiswa bersangkutan.

Mahasiswa yang mampu menyeimbangkan kemampuan akademik dan non akademik adalah generasi yang dibutuhkan oleh bangsa ini ke depannya. Bangsa ini membutuhkan para pemuda yang siap bersaing dan membawa perubahan ke arah lebih baik. Generasi yang dimaksud tak lain adalah para mahasiswa yang mampu menginspirasi lingkungan sekitarnya. Untuk mewujudkan itu semua, mahasiswa harus memberdayakan waktunya dengan sebaik-baiknya. Memanfaatkan setiap peluang yang tersedia dengan mengeksplorasi kemampuan di organisasi dan unit kegiatan yang tersedia di kampus, sebelum nanti terjun ke masyarakat.

(Dimuat di Rubrik Suara Mahasiswa Bali Post pada Kamis, 21 November 2013)