Puisi-puisi Merry Santa Mantari
Jalan Melupakan
buat
Alejandra Pizarnik
Jauh.
Jauh sekali
kaki-kaki
ini berjalan.
Sudah
tergambar
peta
nasib dalam diri.
Sudah
sempurna
pedih
yang kurasa ini.
(2015)
Petang Bimbang
buat
Gabriel Garcia Marquez
Hilang
di petang
Tak
menemukan bintang
Terkubur
bimbang
(2015)
Kabut
buat Eduardo
Galeano
Jemari
kabut
Mekar
menyambut
Hati
yang tak bertaut
(2015)
Trauma
buat Octavio Paz
Aku
trauma
Duka
berlarut
Tak
menemukan wujud
(2015)
Kita
Kita
buat
Augusto Monterroso
Kita
cuma
sepi
tak
lagi
memiliki
arti.
(2015)
Oratoria Daun
buat Jorge Luis Borges
Aku daun terakhir
yang setia bertahan
yang setia bertahan
di sebuah ranting.
Menunggu embun
itu jatuh saat angin
hendak menyentuh.
(2015)
(2015)
Kenyataan
buat
Monica Lavin
Aku mencintai lelakiku.
Tapi aku lebih mencintai kenyataan.
Kenyataan bahwa lelakiku kini telah
tiada. Menjauh ke fana.
(2015)
Biodata
Merry Santa
Mantari, tinggal di Denpasar.
Mahasiswi Fakultas Hukum, Universitas Dwijendra Denpasar. Puisinya pernah
dimuat di Surat Kabar Pos Bali.
Catatan: Puisi di atas dimuat di Surat Kabar Pos Bali Minggu, 1 November 2015.
No comments:
Post a Comment
Ruang Apresiasi