Menjadi Pemimpin yang Dapat Dipercaya




Pemimpin adalah sosok yang memiliki peran untuk mengarahkan dan mengajak sekelompok orang dalam suatu organisasi yang dipimpinnya guna mencapai tujuan. Tujuan yang dimaksud adalah tujuan yang telah ditetapkan dan menjadi cita-cita bersama dalam suatu organisasi. Dengan demikian, pemimpin harus memiliki kemampuan dalam memetakan segenap potensi orang-orang yang dipimpinnya dan menempatkannya sesuai kapasitasnya. Sekaligus, pemimpin memiliki kemampuan persuasif yang mumpuni sehingga dapat menjadi sumber inspirasi serta memberi dorongan berupa semangat dalam mencapai tujuan. Pemimpin juga merupakan pribadi yang visioner, yakni memiliki pandangan jauh ke depan. Bila sudah demikian, pemimpin tidak mudah goyah apalagi diombang-ambingkan keadaan, maka pemimpin pun mampu menjalankan tugas dan kewajibannnya dengan optimal.
Belakangan ini, kita sering disuguhkan berbagai fenomena yang berkaitan dengan bobroknya kualitas pemimpin. Masih kita jumpai pemimpin yang bersikap tidak selayaknya. Berbagai perilaku yang mencoreng kredibilitas dan integritas seakan tidak segan dilakukan oleh seorang pemimpin. Seluruh pemimpin sangat gemar mengumbar janji menjelang pemilihan dan dengan mudahnya lupa menepatinya setelah terpilih. Banyak pemimpin yang tersangkut kasus korupsi, terjerat narkoba, mudah disogok, dan gagal merumuskan kebijakan yang tepat bagi khalayak maupun yang selaras dengan lingkungan. Bahkan, tidak jarang kita temui pemimpin yang buta dengan persoalan di sekitarnya dan terbelenggu subjektifitas. Sudah sedemikian merosotnyakah moral pemimpin saat ini?
Sesungguhnya, seseorang dapat menjadi pemimpin bukan karena kebetulan belaka. Pemimpin tidak muncul dengan sendirinya. Pemimpin dibentuk dari proses panjang yang mematangkan segenap potensi kepemimpinan yang dimilikinya, yakni dari sisi pribadi dan juga sosialnya. Pada akhirnya, seseorang dipilih menjadi pemimpin karena telah memenuhi kriteria yang patut dimiliki sebagai seorang pemimpin. Kriteria paling penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu seorang pemimpin harus dapat dipercaya (credibel). Kepercayaan bukanlah sesuatu yang diperoleh secara instan, melainkan sebagai cerminan dalam mengemban tanggung jawab. Jika seorang pemimpin sampai tidak dipercaya atau orang-orang yang dipimpinnya kehilangan kepercayaan terhadap pemimpinnya, maka dapat dipastikan yang menjadi tujuan bersama tidak akan tercapai. Bila itu terjadi, pemimpin akan ditinggalkan atau disisihkan. Inilah yang disebut sebagai pemimpin yang gagal. Oleh karena itu, seorang pemimpin sepatutnya berupaya melakukan yang terbaik dan pantang menyerah dalam situasi sesulit apa pun. Pemimpin juga harus mampu menunjukkan sikap yang patut diteladani, mengedepankan musyawarah, dan bisa merangkul orang-orang disekitarnya. Jika sudah demikian, niscaya akan terbentuk sosok pemimpin yang terpercaya dan apa yang telah disepakati sebagai tujuan bersama lekas dapat diraih.


Opini di atas dimuat di Bali Post, Selasa, 19 April 2016.

No comments:

Post a Comment

Ruang Apresiasi