Identitas Buku
Judul : Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk
dan Menangis
Penulis : Paulo Coelho
Penerjemah : Rosi L. Simamora
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013 (Cetakan ke-8)
Nukilan
1. Hiduplah. Mengenang hanya untuk orang-orang tua (hlm. 14).
2. Mungkin cinta membuat kita menua sebelum waktunya—atau menjadi muda, jika masa muda telah lewat. Namun, mana mungkin aku tidak mengenang saat-saat itu? Itulah sebabnya aku menulis—mencoba mengubah getir menjadi rundu, sepi menjadi kenangan (hlm.14).
3. Semua kisah cinta tiada berbeda (hlm.15).
4. Kehidupan mengajariku bahwa kita bisa belajar dan berubah, bahkan meskipun tampaknya tidak mungkin (hlm.31).
5. Kehidupan kota kecil mungkin tidak menjadikan seorang perempuan anggun dan cantik, namun masih dapat mengajarinya bagaimana mendengarkan hatinya dan memercayai nalurinya (hlm.34).
6. Dan wanita yang tidak peka sekalipun pasti bisa membaca mata pria yang sedang jatuh cinta (hlm.35).
7. Siapa pun yang bisa menaklukkan hatinya pasti dapat menaklukkan dunia (hlm. 47).
8. Mencintai berarti kehilangan kendali (hlm. 49).
9. Cinta adalah perangkap. Ketika ia muncul, kita hanya melihat cahayanya, bukan sisi gelapnya (hlm.51).
10. Kaki-kaki milik pekerja, peziarah, dan penjelajah telah menghaluskan batu-batu ini. Bebatuan ini berubah—juga orang-orang yang berjalan melewatinya (hlm.53).
Keterangan
Buku Paulo Coelho yang satu ini belum tunai saya baca.
No comments:
Post a Comment
Ruang Apresiasi